Minggu, 24 Maret 2013

makalah filsafat ilmu dasarpengetahuan,logika, penalaran


PEMBAHASAN
A . Pengertian Dasar-Dasar Pengetahuan
            Pengetahuan merupakan segala sesuatu yg diketahui manusia. Suatu hal yang menjadi pengetahuan selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahui. Karena itu pengetahuan menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal yang ingin diketahuinya.[1]
Burhanuddin Salam mengklasifikasikan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Pengetahuan biasa (common sense) yaitu pengetahuan biasa, atau dapat kita pahami bahwa pengetahuan ini adalah pengetahuan yang karena seseorang memiliki sesuatau karena menerima secara baik. Orang menyebut sesuatu itu merah karen memang merah, orang menyebut benda itu panas karena memang benda itu panas dan seterusnya.
2. Pengetahuan Ilmu (science) yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif dan objektif, seperti ilmu alam dan sebagainya.
3. Pengetahuan Filsafat, yakni ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu.
4. Pengetahuan Agama, yaitu pengetahuan yang hanya didapat dari Tuhan lewat para utusan-Nya. Pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. Jadi perbedaan antara pengetahuan dan ilmu adalah jika pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu manusia untuk memahami suatu objek tertentu, sedangkan ilmu (science) adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis. [2]
B. Dasar-Dasar Pengetahuan
                
                 Dasar-dasar pengetahuan sebagai langkah menuju kepahaman yang lebih sistematis dan komprehensif. Di dalam dasar pengetahuan tersebut akan di bahas beberapa term yang berkaitan dengan pengetahuan itu sendiri. Sehingga mampu memahami unsur-unsur yang dapat membantu manusia untuk memiliki pengetahuan dalam hidupnya[3].
Adapun cara yang mendasari dan yang dapat di gunakan untuk mendapatkan/memahami pengetahuan antara lain:
Ø  Pengalaman
Ø  Ingatan
Ø  Kesaksian
Ø  Minat dan rasa ingin tahu
Ø  Pikiran dan penalaran
Ø  Logika Bahasa kebutuhan  hidup manusia

C. Konsep Penalaran Dan Konsep Logika

a. penalaran
            Penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan[4]. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah tentang asas-asas pemikiran seperti.
            Principium Identitas, atau disebut dengan asas kesamaan.
            Principium Countradictionis. asas ini biasa di sebut dengan asas pertentangan.
            Principium Tertii Exclusif, yang asas ini sering disebut sebagai asas tidak adanya kemungkinan ketiga.
            Kemudian ciri-ciri penalaran menurut (Jujun.S.,2003:42) membagi dalam dua pola sebagai berikut:
1. Adanaya suatu pola pikir yang secara luas dapat disebut logika. Maksudnya penalaran merupakan suatu proses berfikir logis dalam artian kegiatan berfikir menurut suatu pola tertentu, atau logika tertentu.
2.  Bersifat analitik dari proses berpikirnya. Artinya penalaran merupakan suatu kegiatan analisis yang memepergunakan logika ilmiah.
            Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka dapat kita katakana bahwa tidak semua kegiatanberpikir bersifat logis dan analitik. Atau dapat disimpulkan cara berpikir yang tidak termasuk penalaran bersifat tidak logis dan tidak analitik.dengan demikian maka kita dapat membedakan secara garis besar ciri-ciri berpikir menurut penalaran dan berpikir yang bukan berdasarkan penalaran.
b. Logika
            Logika merupakan cabang-cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat.
            Menurut (The Liang Gie.2000:21) logika adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tata cara penalaran yang betul (corret reasoning), agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus di katakana suatu cara tertentu. Dan caraa tertentu itu di sebut logika.
Dimana logika dapat didefinisikan pengkajian berpikir secara shahih.
            Ada dua macam logika diantaranya :
1.      Logika induktif
 Logika induktif yaitu penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat khusus.
            Contoh :
                        Kambing mempunyai mata
                        Gajah mempunyai mata
                        Kucing memepunyai mata
                        Burung memepunyai mata
            Dari kenyataan-kenyataan ini dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum yakni” semua binatang itu mempunyai mata”.
2.      Logika deduktif
Logika deduktif adalah cara berpikir dimana penarikan kesimpulan yang bersifat khusus dan kasus yang bersifat umum.
            Contoh :
Semua logam di panasi memuai, seng termasuk logam, jadi seng dipanasi pasti memuai.
            Dalam contoh tersebut “semua logam dipanasi memuai” adalah pernyataan yang bersifat umum, jadi kesimpulannya semua logam termasuk seng jika di panasi pasti memuai.
D. Sumber Pengetahuan

a.       Definisi dan jenis pengetahuan
Secara etimolagi pengetahuan yang dalam bahasa inngris yaitu knowledge adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Sedangkan secara terminologi. Menurut Drs. Sidi Gazaliba, pengetahuan adalah apa yang di ketahui atau hasil dari pekerjaan tahu. Maksud pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf mengerti dan pandai. Jadi semua pengetahuan itu adalah milik dari isi pikiran dan pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.

Loren Bagus dalam kamus filsafat menjelaskan bahwa pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam arti luas pengetahuan berarti semua kehadiaran internasional objek dalam subjek. Tetapi dalam arti sempit dan berbeda dengan imajenasi atau pemikiran belaka, pengetahuan berarti putusan yang benar dan pasti (kebenaran,kepastian).

Dari beberapa pengertian tentang pengetahuan diatas. Dari berbagai aspek dan sudut pandangnya. Ada juga yang mengatakan bahwa pengetahuan adalah kebenaran dan kebenaran adalah pengetahuan, Maka pastilah dalam kehidupan manusia terdapat pengetahuan dan kebenaran. Burhanuddin salam mengklasifikasikan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. pengetahuan biasa (common sense) yaitu pengetahuan biasa, atau dapa kita pahami bahwa pengetahuan ini adalah pengetahuan yang karena seseorang memiliki sesuatu karena menerima secara baik. Contoh menyebut sesuatu itu merah karena memeng merah.
2. pengetahuan ilmu (secience) yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif dan objektif. Seperti ilmu alam dan sebagainya.
3. pengetahuan filsafat, yakni ilmu pengetahuan yang di peroleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif.
4. Pengetahuan Agama, yaitu pengetahuan yang hanya didapat dari Tuhan lewat para utusan-Nya. Yaitu pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama.

            Jadi perbedaan antara pengetahuan dan ilmu adalah jika pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Sedangkan ilmu (science) adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis.

b.      Sumber jenis pengetahuan
Semua orang mengakui memiliki pengetahuan. Namun dari mana pengetahuan itu diperoleh atau lewat apa pengetahuan itu di dapat. Dari sana timbul pertanyaan bagaimana kita memperoleh pengetahuan atau dari mana sumber pengetahuan didapat. Sebelum membahas sumber pengetahuan, terlebih dahulu mengetahui tentang hakikat pengetahuan.
Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental. Mengetahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu objek, dengan kata lain menyusun gambaran tentang fakta yang ada diluar akal.[5]
            Kemudian, pada dasarnya terdapat dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Pertama, mendasaran diri pada rasional dan mendasarkan diri pada fakta. Disamping itu adanya intuisi dan wahyu. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran tertentu, seperti “ orang yang sedang terpusat pemikiranya pada suatu masalah tiba-tiba menemukan jawabannya”.[6]
Ada dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan, yaitu:
1.      Realisme
Teori ini memepunyai pandangan realities terhadap alam. Pengetahuan menurut realisme adalah gambaran atau copy yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nayata (dari fakta atau hakikat). Pengetahuan atau gambaran yang ada dalam akal adalah copy dari yang asli yang ada diluar akal. Hal ini tidak ubahnya seprti gambaran yang terapat dalam foto. Dengan demikian, realisme berpendapat bahwa pengetahuan adalah benar dan tepat bila sesuai dengan kenyataan.
2.      Idealisme
Idealisme adalah menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan, dan yang demikian itu adalah mustahil. Karena pengetahuan adalah prses-proses mental atau proses psikologis yang brsifat subjektif. Oleh karena itu, pengetahuan bagi seorang idealis hanya merupakan gambaran subjektif dan bukan gambaran objektif tentang realitas. Dan juga pengetahuan itu didapat berdasarkan pengalaman, karena tidak akan mungkin adanya pengetahuan terjadi tanpa adanya pengalaman. Maka Dengan demikian pengetahuan ini bertumpu pada kenyataan objektif.

Sebagai alat untuk mengetahui terjadinya pengetahuan menurut John Hospers dalam bukunya “An Introduction to Philosophical Analysis” mengemukakan ada enam hal, yaitu sebagai berikut.
1.      Pengalaman Indra (sense experience).
2.      Nalar (reason).
3.      Otoritas (authority).
4.      Intuisi (intuition).
5.      Wahyu (revalation).
6.      Keyakinan (faith). (Abbas Hamami M., 1982, hlm.16).[7]

PENUTUP
A . Kesimpulan
             Pengetahuan merupakan segala sesuatu yg diketahui manusia. Suatu hal yang menjadi pengetahuan selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahui.
            Burhanuddin Salam mengklasifikasikan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1.      Pengetahuan biasa (common sense)
2.      Pengetahuan ilmu (science)
3.      Pengetahuan filsafat
4.      Pengetahuan agama
Dasar-dasar pengetahuan sebagai langkah menuju kepahaman yang lebih sistematis dan komprehensif.
Adapun cara yang mendasari dan yang dapat di gunakan untuk mendapatkan/memahami pengetahuan antara lain.
Pengalaman, Ingatan, Kesaksian, Minat dan rasa ingin tahu, Pikiran dan penalaran, Logika, serta Bahasa kebutuhan  hidup manusia.

Konsep penalaran dan konsep logika
            Penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Dan logika merupakan bidang pengetahuan yang mempelejari segenap asas, aturan, dan tatacara penalaran yang betul (corret reasoning).
            Sumber pengetahuan secara garis besar terbagi menjadi dua kelompok, yakni:
·         Definisi dan jenis pengetahuan
·         Sumber dan jenis pengetahuan





DAFTAR PUSTAKA

Drs . Surajio. Filsafat ilmu dan perkembanganya di Indonesia. Ed. 1, Cet. 5. Jakarta: Bumi Aksara,2010

Suriasumantri, Jujun S., Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, cet. XVI, Jakarta : Sinar Harapan, 2003.


Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, cet. I, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006.

www.wikipedia.org/wiki/komunikasi. (diunduh pada 9 maret 2013)
www.goggle.com



[1] Drs . Surajio. Filsafat ilmu dan perkembanganya di Indonesia. Ed. 1, Cet. 5. Jakarta: Bumi Aksara,2010
[2] Jujun .S, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, cet. XVI, Jakarta : Sinar Harapan, 2003.
[4] Jujun . S. Filsafat Ilmu sebuah pengantar popular.Jakarta : pustaka sinar harapan.2003
[5] Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, cet. I, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006.
[6]  www.wikipedia.org/wiki/komunikasi. (diunduh pada 9 maret 2013)
www.goggle.com
[7] Drs . Surajio. Filsafat ilmu dan perkembanganya di Indonesia. Ed. 1, Cet. 5. Jakarta: Bumi Aksara,2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar