Minggu, 24 Maret 2013

makalah filsafat ilmu dasarpengetahuan,logika, penalaran


PEMBAHASAN
A . Pengertian Dasar-Dasar Pengetahuan
            Pengetahuan merupakan segala sesuatu yg diketahui manusia. Suatu hal yang menjadi pengetahuan selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahui. Karena itu pengetahuan menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai hal yang ingin diketahuinya.[1]
Burhanuddin Salam mengklasifikasikan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Pengetahuan biasa (common sense) yaitu pengetahuan biasa, atau dapat kita pahami bahwa pengetahuan ini adalah pengetahuan yang karena seseorang memiliki sesuatau karena menerima secara baik. Orang menyebut sesuatu itu merah karen memang merah, orang menyebut benda itu panas karena memang benda itu panas dan seterusnya.
2. Pengetahuan Ilmu (science) yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif dan objektif, seperti ilmu alam dan sebagainya.
3. Pengetahuan Filsafat, yakni ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu.
4. Pengetahuan Agama, yaitu pengetahuan yang hanya didapat dari Tuhan lewat para utusan-Nya. Pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. Jadi perbedaan antara pengetahuan dan ilmu adalah jika pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu manusia untuk memahami suatu objek tertentu, sedangkan ilmu (science) adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis. [2]
B. Dasar-Dasar Pengetahuan
                
                 Dasar-dasar pengetahuan sebagai langkah menuju kepahaman yang lebih sistematis dan komprehensif. Di dalam dasar pengetahuan tersebut akan di bahas beberapa term yang berkaitan dengan pengetahuan itu sendiri. Sehingga mampu memahami unsur-unsur yang dapat membantu manusia untuk memiliki pengetahuan dalam hidupnya[3].
Adapun cara yang mendasari dan yang dapat di gunakan untuk mendapatkan/memahami pengetahuan antara lain:
Ø  Pengalaman
Ø  Ingatan
Ø  Kesaksian
Ø  Minat dan rasa ingin tahu
Ø  Pikiran dan penalaran
Ø  Logika Bahasa kebutuhan  hidup manusia

C. Konsep Penalaran Dan Konsep Logika

a. penalaran
            Penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan[4]. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah tentang asas-asas pemikiran seperti.
            Principium Identitas, atau disebut dengan asas kesamaan.
            Principium Countradictionis. asas ini biasa di sebut dengan asas pertentangan.
            Principium Tertii Exclusif, yang asas ini sering disebut sebagai asas tidak adanya kemungkinan ketiga.
            Kemudian ciri-ciri penalaran menurut (Jujun.S.,2003:42) membagi dalam dua pola sebagai berikut:
1. Adanaya suatu pola pikir yang secara luas dapat disebut logika. Maksudnya penalaran merupakan suatu proses berfikir logis dalam artian kegiatan berfikir menurut suatu pola tertentu, atau logika tertentu.
2.  Bersifat analitik dari proses berpikirnya. Artinya penalaran merupakan suatu kegiatan analisis yang memepergunakan logika ilmiah.
            Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka dapat kita katakana bahwa tidak semua kegiatanberpikir bersifat logis dan analitik. Atau dapat disimpulkan cara berpikir yang tidak termasuk penalaran bersifat tidak logis dan tidak analitik.dengan demikian maka kita dapat membedakan secara garis besar ciri-ciri berpikir menurut penalaran dan berpikir yang bukan berdasarkan penalaran.
b. Logika
            Logika merupakan cabang-cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat.
            Menurut (The Liang Gie.2000:21) logika adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tata cara penalaran yang betul (corret reasoning), agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus di katakana suatu cara tertentu. Dan caraa tertentu itu di sebut logika.
Dimana logika dapat didefinisikan pengkajian berpikir secara shahih.
            Ada dua macam logika diantaranya :
1.      Logika induktif
 Logika induktif yaitu penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat khusus.
            Contoh :
                        Kambing mempunyai mata
                        Gajah mempunyai mata
                        Kucing memepunyai mata
                        Burung memepunyai mata
            Dari kenyataan-kenyataan ini dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum yakni” semua binatang itu mempunyai mata”.
2.      Logika deduktif
Logika deduktif adalah cara berpikir dimana penarikan kesimpulan yang bersifat khusus dan kasus yang bersifat umum.
            Contoh :
Semua logam di panasi memuai, seng termasuk logam, jadi seng dipanasi pasti memuai.
            Dalam contoh tersebut “semua logam dipanasi memuai” adalah pernyataan yang bersifat umum, jadi kesimpulannya semua logam termasuk seng jika di panasi pasti memuai.
D. Sumber Pengetahuan

a.       Definisi dan jenis pengetahuan
Secara etimolagi pengetahuan yang dalam bahasa inngris yaitu knowledge adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Sedangkan secara terminologi. Menurut Drs. Sidi Gazaliba, pengetahuan adalah apa yang di ketahui atau hasil dari pekerjaan tahu. Maksud pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf mengerti dan pandai. Jadi semua pengetahuan itu adalah milik dari isi pikiran dan pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.

Loren Bagus dalam kamus filsafat menjelaskan bahwa pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam arti luas pengetahuan berarti semua kehadiaran internasional objek dalam subjek. Tetapi dalam arti sempit dan berbeda dengan imajenasi atau pemikiran belaka, pengetahuan berarti putusan yang benar dan pasti (kebenaran,kepastian).

Dari beberapa pengertian tentang pengetahuan diatas. Dari berbagai aspek dan sudut pandangnya. Ada juga yang mengatakan bahwa pengetahuan adalah kebenaran dan kebenaran adalah pengetahuan, Maka pastilah dalam kehidupan manusia terdapat pengetahuan dan kebenaran. Burhanuddin salam mengklasifikasikan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. pengetahuan biasa (common sense) yaitu pengetahuan biasa, atau dapa kita pahami bahwa pengetahuan ini adalah pengetahuan yang karena seseorang memiliki sesuatu karena menerima secara baik. Contoh menyebut sesuatu itu merah karena memeng merah.
2. pengetahuan ilmu (secience) yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif dan objektif. Seperti ilmu alam dan sebagainya.
3. pengetahuan filsafat, yakni ilmu pengetahuan yang di peroleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif.
4. Pengetahuan Agama, yaitu pengetahuan yang hanya didapat dari Tuhan lewat para utusan-Nya. Yaitu pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama.

            Jadi perbedaan antara pengetahuan dan ilmu adalah jika pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Sedangkan ilmu (science) adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis.

b.      Sumber jenis pengetahuan
Semua orang mengakui memiliki pengetahuan. Namun dari mana pengetahuan itu diperoleh atau lewat apa pengetahuan itu di dapat. Dari sana timbul pertanyaan bagaimana kita memperoleh pengetahuan atau dari mana sumber pengetahuan didapat. Sebelum membahas sumber pengetahuan, terlebih dahulu mengetahui tentang hakikat pengetahuan.
Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental. Mengetahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu objek, dengan kata lain menyusun gambaran tentang fakta yang ada diluar akal.[5]
            Kemudian, pada dasarnya terdapat dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Pertama, mendasaran diri pada rasional dan mendasarkan diri pada fakta. Disamping itu adanya intuisi dan wahyu. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran tertentu, seperti “ orang yang sedang terpusat pemikiranya pada suatu masalah tiba-tiba menemukan jawabannya”.[6]
Ada dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan, yaitu:
1.      Realisme
Teori ini memepunyai pandangan realities terhadap alam. Pengetahuan menurut realisme adalah gambaran atau copy yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nayata (dari fakta atau hakikat). Pengetahuan atau gambaran yang ada dalam akal adalah copy dari yang asli yang ada diluar akal. Hal ini tidak ubahnya seprti gambaran yang terapat dalam foto. Dengan demikian, realisme berpendapat bahwa pengetahuan adalah benar dan tepat bila sesuai dengan kenyataan.
2.      Idealisme
Idealisme adalah menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan, dan yang demikian itu adalah mustahil. Karena pengetahuan adalah prses-proses mental atau proses psikologis yang brsifat subjektif. Oleh karena itu, pengetahuan bagi seorang idealis hanya merupakan gambaran subjektif dan bukan gambaran objektif tentang realitas. Dan juga pengetahuan itu didapat berdasarkan pengalaman, karena tidak akan mungkin adanya pengetahuan terjadi tanpa adanya pengalaman. Maka Dengan demikian pengetahuan ini bertumpu pada kenyataan objektif.

Sebagai alat untuk mengetahui terjadinya pengetahuan menurut John Hospers dalam bukunya “An Introduction to Philosophical Analysis” mengemukakan ada enam hal, yaitu sebagai berikut.
1.      Pengalaman Indra (sense experience).
2.      Nalar (reason).
3.      Otoritas (authority).
4.      Intuisi (intuition).
5.      Wahyu (revalation).
6.      Keyakinan (faith). (Abbas Hamami M., 1982, hlm.16).[7]

PENUTUP
A . Kesimpulan
             Pengetahuan merupakan segala sesuatu yg diketahui manusia. Suatu hal yang menjadi pengetahuan selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahui.
            Burhanuddin Salam mengklasifikasikan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1.      Pengetahuan biasa (common sense)
2.      Pengetahuan ilmu (science)
3.      Pengetahuan filsafat
4.      Pengetahuan agama
Dasar-dasar pengetahuan sebagai langkah menuju kepahaman yang lebih sistematis dan komprehensif.
Adapun cara yang mendasari dan yang dapat di gunakan untuk mendapatkan/memahami pengetahuan antara lain.
Pengalaman, Ingatan, Kesaksian, Minat dan rasa ingin tahu, Pikiran dan penalaran, Logika, serta Bahasa kebutuhan  hidup manusia.

Konsep penalaran dan konsep logika
            Penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Dan logika merupakan bidang pengetahuan yang mempelejari segenap asas, aturan, dan tatacara penalaran yang betul (corret reasoning).
            Sumber pengetahuan secara garis besar terbagi menjadi dua kelompok, yakni:
·         Definisi dan jenis pengetahuan
·         Sumber dan jenis pengetahuan





DAFTAR PUSTAKA

Drs . Surajio. Filsafat ilmu dan perkembanganya di Indonesia. Ed. 1, Cet. 5. Jakarta: Bumi Aksara,2010

Suriasumantri, Jujun S., Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, cet. XVI, Jakarta : Sinar Harapan, 2003.


Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, cet. I, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006.

www.wikipedia.org/wiki/komunikasi. (diunduh pada 9 maret 2013)
www.goggle.com



[1] Drs . Surajio. Filsafat ilmu dan perkembanganya di Indonesia. Ed. 1, Cet. 5. Jakarta: Bumi Aksara,2010
[2] Jujun .S, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, cet. XVI, Jakarta : Sinar Harapan, 2003.
[4] Jujun . S. Filsafat Ilmu sebuah pengantar popular.Jakarta : pustaka sinar harapan.2003
[5] Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, cet. I, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006.
[6]  www.wikipedia.org/wiki/komunikasi. (diunduh pada 9 maret 2013)
www.goggle.com
[7] Drs . Surajio. Filsafat ilmu dan perkembanganya di Indonesia. Ed. 1, Cet. 5. Jakarta: Bumi Aksara,2010

Sabtu, 23 Maret 2013

makalah bahasa Indonesia


NARASI, DESKRIPSI DAN ARGUMENTASI SERTA ABSTRAK DAN KESIMPULAN

PEMBAHASAN

1.      NARASI
Narasi secara harfiah bermakna kisah atau cerita. Narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan. Narasi kadang-kadang mirip dengan deskripsi. Bedanya, narasi mementingkan urutan cerita dan biasanya ada tokoh yang diceritakan. Narasi tidak hanya terdapat dalam karya fiksi, tetapi sering pula terdapat dalam tulisan nonfiksi.
 Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf narasi tidak memiliki kalimat utama. Paragraf narasi disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara kronologis. Tujuannya, pembaca diharapkan seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan.
Jenis-jenis narasi:
1.      Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
2.      Narasi ekspositorik adalah Paragraf berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur  sugestif atau bersifat objektif.
3.      Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.[1]
4.      Menurut Keraf (2000:136) narasi memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
  • Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  • Dirangkai dalam urutan waktu.
  • Ada konfliks.
Cara penulisan narasi, yaitu sebagai berikut:
1)      Menentukan tema dan amanat;
2)      Menetapkan sasaran pembaca: dewasa, anak-anak, atau umum;
3)      Merancang peristiwa secara kronologis;
4)      Membagi peristiwa ke dalam tiga tahap: awal, perkembangan dan akhir cerita;
5)      Merinci detil-detil peristiwa/kejadian sebagai pendukung cerita;
6)      Menuliskan tokoh, watak, latar dan sudut pandang penulis. (Nurbaya, dkk, 2011:48)

1.      DESKRIPSI
Deskripsi berasal dari verba to describe yang artinya menguraikan, atau melukiskan. Deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata pembaca, seakan-akan pembacamelihat sendiri objek itu. Deskripsi bertujuan memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan. Dengan deskripsi yang baik pembaca dapat dibuat seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan.
Paragraf deskripsi melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Jadi, deskripsi bersifat tata ruang dan tata letak. Pembicaraannya dapat berurutan dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Dengan kata lain, deskripsi berurusan dengan hal-hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera. (Zainal Arifin, 2009:131).
Cara penulisan deskripsi, sebagai berikut:
1)      Menentukan apa yang akan dideskripsikan;
2)      Merumuskan tujuan deskripsi;
3)      Menetapkan bagian apa saja yang akan dideskripsikan (fisik, watak, dll.);
4)      Merinci hal-hal apa saja yang harus dideskripsikan sehingga membuat pembaca tergambar mengenai apa yang diceritakan penulis. (Nurbaya, dkk, 2011:47)

2.      ARGUMENTASI
Argumentasi diturunkan dari verba to argue (inggris) yang artinya membuktikan atau menyampaikan alasan. Argumentasi bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis kepada pembaca. Untuk meyakinkan pembaca bahwa yang disampaikan itu benar, penulis menyertakan bukti, contoh, dan berbagai alasan yang sulit dibantah.
Argumentasi sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam ekspositoris. Argumentasi disebut juga persuasi. Paragraf ini lebih bersifat membujuk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau objek. (Zainal Arifin, 2009:132)
Paragraf argumentasi dikembangkan dengan pola pengembangan sebab akibat. Hubungan sebab akibat mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui, kemudian bergerak maju menuju suatu kesimpulan sebagai efek atau akibat. Efek yang muncul dapat berupa efek tunggal dan efek jamak (bersama-sama). (http://www.wayankatel.com/2012/06/contoh-dan-pengertian-lengkap-paragraf.html).
Teknik penulisan argumentasi, yaitu:
1)      Pendahuluan, berfungsi menarik perhatian pembaca dengan menyajikan fakta-fakta untuk memahami argumentasi yang akan disampaikan.
2)      Isi argumentasi, seluruh isi argumentasi diarahkan kepada usaha penulis untuk meyakinkan pembaca mengenai kebenaran dari masalah yang dikemukakan , sehingga kesimpulannya juga benar.
3)      Simpulan, bertujuan untuk membuktikan kebenaran untuk mengubah sikap dan pendapat pembaca. (Nurbaya, dkk, 2011:42).

3.      ABSTRAK
Abstrak adalah ringkasan isi laporan yang ditulis dengan sangat singkat dan padat (tidak melebihi 400 kata). Abstrak dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk penyajian singkat sebuah laporan atau dokumen yang ditulis secara teknis, teliti, tanpa kritik atau penafsiran penulis abstrak.  Abstrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, data, dan kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui abstrak, pembaca dapat memahami garis besar isi laporan, dan apabila berkehendak memahami lebih jauh, dapat membaca dan mempelajari bab-bab dalam laporan. (Minto Rahayu, 2007:196)
Abstrak berfungsi untuk memberikan gambaran ringkas tentang isi naskah dan disusun sedemikian rupa untuk menggugah pembaca untuk membaca isi naskah secara keseluruhan. Agar abstrak dapat memenuhi fungsinya, penulis hendaknya meperhatikan ketentuan-ketentuan menyusun dan menulis abstrak termasuk dalam pemilihan kata yang efisien dan tepat, penyusunan kalimat yang syarat makna, penataan kalima-kalimat menjadi sebuah paragraf yang koheren. Yang juga sangat pentng ialah penggunaan bahasa yang baku serta komunikatif. Abstrak ditulis sesudah naskah selesai ditulis secara lengkap dan perlu diperiksa kembali untuk melihat apakah abstrak itu telah dapat menggambarkan isi pokok naskah secara singkat tetapi lengkap.
Karakteristik abstrak:
1) Singkat.
2) Berketelitian tinggi: 1) menggunakan sumber dokumen asli secara cermat, dan mudah dipahami, dan 2) menggunakan kata atau istilah yang sama dengan dokumen aslinya.
3) Bentuk tulisan: 1)  informative kualitatif atau kuantitatif bergantung pada naskah asli, dan 2) deskriptif, analisis, induktif, atau deduktif  bergantung pada naskah asli.
4) Struktur:
a. Judul laporan/ dokumen asli,
b. Nama asli penulis laporan (dokumen),
c. Tujuan dan masalah,
d. Cara kerja, proses, atau metode kerja,
e. Hasil kerja dan validitas hasil,
f. Kesimpulan, dan         
g. Inisial penulis abstrak.

B.     Jenis abstrak:
1.      Abstrak indikatif yaitu abstrak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkandung dalam dokumen lengkapnya. Abstrak ini tidak memadatkan isi dokumen asli, bertujuan agar lebih cepat diketahui isinya dan hanya memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan sehingga pembaca dapat mempertimbangkan apakah tulisan asli perlu dibaca atau tidak. Pembaca abstrak cenderung mementingkan informasi yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk suatu tindakan tertentu.
2.      Abstrak informative yaitu miniature laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data laporan sehingga pembaca abstrak tidak perlu lagi membacanaskah aslinya, kecuali untuk mendalaminya. Abstrak informasi menyajikan keseluruhan naskah asli dalam bentuk mini: judul, penulis asli, lembaga, tujuan, metode pembahasan atau analisis, hasil analisis, kesimpulan, dan kode inisial penulis abstrak.

4.      KESIMPULAN
                                                                  

Kesimpulan adalah suatu proposisi (kalimat yang disampaikan) yang diambil dari beberapa premis (ide pemikiran) dengan aturan-aturan inferensi (yang berlaku). Kesimpulan merupakan sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah hasil dari suatu pembicaraan. Kesimpulan adalah pernyataan dari hasil tiap satuan dan keseluruhan analisis, yang di uraikan secara singkat dalam bentuk pointer yang tidak terlalu banyak.

Kesimpulan merupakan bagian penting sebuah karangan ilmiah.  Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah selengkapnya cenderung membaca bagian-bagian penting saja, yaitu kesimpulan. Oleh karena itu, kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. Untuk menghasilkan kesimpulan yang baik, perhatikan persyaratan berikut ini:
1)      Persyaratan materi atau isi:
(1)   Kesimpulan berupa interpretasi atas hasil analisis, dapat berupa inferensi dan dapat pula berupa implikasi. Inferensi adalah kesimpulan berdasarkan referensi, tidak melibat data secara langsung, sedangkan implikasi adalah kesimpulan yang melibat data.
(2)   Kesimpulan menyajikan gambaran isi karangan yang telah diuraikan dalam bab-bab sebelumnya secara singkat dan meyakinkan.
(3)   Kesimpulan merupakan bab penutup berisi uraian singkat atau rincian yang merupakan konsekuensi pembahasan bab-bab sebelumnya.
(4)   Kesimpulan tidak menyajikan hal-hal yang tidak diuraikan sebelumnya.
2)      Persyaratan bahasa:
Secara umum persyaratan ejaan, pilihan kata, kalimat, dan paragraf, serupa dengan persyaratan bahasa pada naskah utama. Perbedaan terdapat pada pilihan kata terutama kata-kata transisi yang cenderung menunjukkan hubungan penegas, misalnya: dengan demikian, jadi; dapat disimpulkan bahwa, fakta menunjukkan adanya kecenderungan, hubungan yang menyatakan hasil atau akibat, misalnya; jadi, hasilnya, akibatnya.
3)      Penyajian:
Kesimpulan dapat disajikandalam bentuk paragraph semacam esai dan dapat pula berupa butir-butir rincian. Jika rumusan masalah dalam pendahuluan ada dua butir, kesimpulan sekurang-kurangnya juga dua butir. (Hs, Widjono: 289)



BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Narasi, deskripsi, dan argumentasi dapat dijabarkan pengertiannya sebagai berikut:
-          Narasi secara harfiah bermakna kisah atau cerita. Narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan suatu cerita kepada pembaca.
-          Deskripsi berasal dari verba to describe yang artinya menguraikan, atau melukiskan. Deskripsi bertujuan memberikan kesan/ impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan.
-          Argumentasi diturunkan dari verba to argue (inggris) yang artinya membuktikan atau menyampaikan alasan. Argumentasi bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis kepada pembaca. Untuk meyakinkan pembaca bahwa yang disampaikan itu benar, penulis menyertakan bukti, contoh, dan berbagai alasan yang sulit dibantah.
2.      Abstrak dan kesimpulan memiliki pengertian sebagai berikut:
-          Abstrak adalah ringkasan isi laporan yang ditulis dengan sangat singkat dan padat. Abstrak dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk penyajian singkat sebuah laporan atau dokumen yang ditulis secara teknis, teliti, tanpa kritik atau penafsiran penulis abstrak.
-          Kesimpulan adalah suatu proposisi(kalimat yang disampaikan) yang diambil dari beberapa premis (ide pemikiran) dengan aturan-aturan inferensi (yang berlaku).Kesimpulan merupakan sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan.






DAFTAR PUSTAKA

Rohmadi, Muhammad, dkk. 2008. Teori dan Aplikasi: Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Surakarta: UNS Press.
 Keraf, Gorys. 2000. Komposisi. Ende-Flores: Nusa Indah.
Arifin, E. Zainal dan S. Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Presindo.
Hs, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Nurbaya, dkk. 2011. Bahasa Indonesia. Palembang: UPT MPK Unsri.
http://www.wayankatel.com/2012/06/contoh-dan-pengertian-lengkap-paragraf.html diakses pada Senin, 30 September 2012, Pukul: 10.30 wib.
muhammadroisalfaqih@gmail.com